#TemanTapiMenikah 2

104 minutes
Indonesia
Review Film

“Harus diakui, kisah dan konflik yang disajikan oleh #TemanTapiMenikah2 terasa lebih sederhana jika dibandingkan alur cerita yang dihadirkan oleh film pendahulunya. Dikisahkan, Ditto (Dolken) dan Ayu (kini diperankan oleh Mawar de Jongh) yang baru saja menikah tiba‐tiba dikejutkan dengan kehamilan Ayu. Pasangan muda yang tadinya ingin menikmati terlebih dahulu momen‐momen awal pernikahan mereka tentu kini harus bersiap dengan tanggung jawab baru yang akan segera mereka emban. Tidak mudah. Kehamilan Ayu memberikan perubahan yang cukup besar pada kepribadian perempuan tersebut ─ mudah marah, mudah tersinggung, mudah menangis ─ yang secara perlahan memberikan pengaruh pada kehidupan pernikahan Ayu dan Ditto. #TemanTapiMenikah2 lantas menelusuri tentang bagaimana usaha kedua karakter untuk berdamai dengan kehamilan yang dialami oleh karakter Ayu ─ yang tentu saja diisi dengan banyak pertentangan dan perseteruan antara keduanya.”─ Amir at the Movies

“#TemanTapiMenikah2 mengisahkan dengan baik setiap masalah dalam kehidupan pasangan muda Dito‐Ayu pada masa awal pernikahan mereka. Tak tanggung‐tanggung, film ini melakukan tindakan‐tindakan bijak dengan memanfaatkan sebaik mungkin beragam aspek filmis. Para pembuat film (juga kedua pemilik cerita) seakan tidak ingin ada celah dalam karya mereka. Mulai dari sinematografi, tata cahaya, dialog, lagu, hingga akting para pemain semaksimal mungkin mendekati kisah nyatanya.”─ montasefilm.com

“Hal terbaik dari film ini adalah penampilan akting Mawar Eva de Jongh yang memerankan Ayudia Bing Slamet. Dan ini ‘harga’nya mungkin cukup tinggi, karena film actually mengganti pemeran dari film pertamanya yang meraih lebih dari satu‐juta‐lima‐ratus orang penonton. Film sampai melakukan reka ulang beberapa adegan di film pertama sebagai montase pembuka. Langkah ini menimbulkan tandatanya cukup besar karena biasanya jika sebuah film tergolong laku sampai mendorong hadirnya sebuah sekuel, maka pemain terutama pemain utama akan dipertahankan sebab penonton asumsinya sudah klop dengan mereka. Kalopun ada penggantian, maka akan lebih mudah mengganti semuanya misalnya dengan membuat cerita yang periodenya berjarak jauh, sehingga pergantian tersebut menjadi beralasan. Dalam kasus Mawar menggantikan Vanesha Prescilla di film kedua ini, kita tidak melihat alasan yang jelas selain pernyataan sebagian penonton yang beranggapan Vanesha masih belum matang untuk memainkan karakter Ayu di film ini. Kalo memang itu alasannya, maka menurutku Falcon ‘jahat’ juga karena film ini seharusnya jadi kesempatan Vanesha membuktikan dirinya sebagai aktor karena maaaan, Ayu di film ini punya range yang luar biasa. Dan Mawar, untungnya, berhasil capitalized this chance dengan menunjukkan permainan akting yang terasa seperti ia benar‐benar melalui semua kecamuk, kegelisahan, bahkan kesenangannya menjadi seorang ibu di usia muda.”─ My Dirt Sheet

Read more